Penguatan Kompetensi Guru Busana Melalui Magang Industri di Printex Salatiga
Guru-guru Jurusan Busana SMK Negeri 1 Salatiga melaksanakan kegiatan magang industri di Printex Salatiga sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan pemahaman terhadap dunia kerja. Kegiatan ini diikuti oleh delapan guru busana yang dibagi menjadi dua kelompok, dengan masing-masing kelompok melaksanakan magang selama tiga hari.
Selama kegiatan magang, para guru mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai proses produksi di industri percetakan tekstil. Guru nonproduktif mempelajari pengoperasian mesin cetak modern seperti mesin DTF (Direct to Film) dan sublimasi. Pembelajaran dimulai dari proses penerimaan order, pengolahan desain, hingga proses pencetakan produk jadi. Melalui pengalaman ini, para guru memperoleh pemahaman yang lebih nyata mengenai alur kerja industri kreatif berbasis cetak tekstil.

Sementara itu, guru produktif mendapatkan pendalaman materi pada bidang desain, khususnya dalam mendesain kaos serta mengembangkan motif batik sekolah. Kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang pengembangan desain yang kreatif sekaligus sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dalam sesi pembelajaran, Mas Rega selaku Direktur Printex memberikan penjelasan secara rinci mengenai sistem pelayanan produk, alur produksi, hingga visi dan misi perusahaan. Penjelasan tersebut memberikan gambaran nyata tentang bagaimana budaya kerja profesional diterapkan di dunia industri. Hal ini menjadi inspirasi bagi para guru untuk mengadaptasi nilai-nilai budaya kerja tersebut dalam lingkungan sekolah..
Selain mengikuti proses pembelajaran di Printex, para guru juga berkesempatan melakukan kunjungan industri ke Dolphin, yang merupakan salah satu partner industri dari Printex. Kunjungan ini memberikan wawasan tambahan mengenai jaringan kerja sama dalam dunia industri, sekaligus memperlihatkan bagaimana kolaborasi antarperusahaan dapat mendukung proses produksi dan pemasaran produk secara lebih luas.
Ketua Kompetensi Keahlian Busana, Bu Tri, juga menyampaikan harapannya agar kegiatan magang industri ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan jurusan. Ia mengimbau agar pengalaman yang diperoleh selama magang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di sekolah sehingga mampu meningkatkan kualitas produksi karya siswa serta kompetensi guru dalam mengajar.
Melalui kegiatan magang industri ini, diharapkan terjadi penguatan keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Dengan demikian, pembelajaran di jurusan busana dapat semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta mampu mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di industri kreatif.
