Perkuat Link and Match, SMK Negeri 1 Salatiga Hadirkan Praktisi Industri dalam Workshop GTK

Perkuat Link and Match, SMK Negeri 1 Salatiga Hadirkan Praktisi Industri dalam Workshop GTK

2026-06-24

Perkuat Link and Match, SMK Negeri 1 Salatiga Hadirkan Praktisi Industri dalam Workshop GTK


Rangkaian Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMK Negeri 1 Salatiga berlanjut pada Selasa, 23 Juni 2026, dengan menghadirkan perwakilan dari berbagai Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai mitra sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan industri melalui sinkronisasi kurikulum agar kompetensi lulusan semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Sebanyak sembilan perwakilan DUDI hadir dalam kegiatan ini, di antaranya dari Gosyen Azana Hotel yang diwakili oleh Bapak Siswoyo, Luwes oleh Bapak Begawan Tejo, PT Argo Manunggal Triasta oleh Ibu Jessica, Butik Tya Chandra oleh Ibu Listya Candrawati, S.Ds., Nevy Salon oleh Ibu Devy Dianawati, Larissa Aesthetic Center oleh Ibu Deby Kurniawati, serta Amazin yang diwakili oleh Bapak Kusuma Dwi Wikka K.S., S.M., M.M., CPS. Kehadiran para praktisi industri tersebut menjadi kesempatan berharga bagi sekolah untuk memperoleh masukan langsung dari dunia kerja.

Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Kepala SMK Negeri 1 Salatiga, Ibu Harti, S.Pd., M.Kom., yang menyampaikan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan industri dalam menciptakan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Selanjutnya, para perwakilan DUDI berdiskusi dengan masing-masing program keahlian sesuai bidangnya. Dalam sesi ini, dilakukan sinkronisasi kurikulum dengan membahas kompetensi yang dibutuhkan industri, perkembangan teknologi, budaya kerja, serta keterampilan yang perlu dimiliki peserta didik agar mampu bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha.

Pada sesi siang hari, seluruh peserta mengikuti pemaparan hasil diskusi dari masing-masing jurusan. Setiap perwakilan DUDI menyampaikan berbagai rekomendasi dan masukan yang dapat dijadikan bahan pengembangan kurikulum sekolah.

Salah satu masukan penting disampaikan oleh pihak Luwes yang menekankan pentingnya penguasaan public speaking bagi peserta didik Program Keahlian Pemasaran. Kemampuan komunikasi yang baik dinilai menjadi modal utama dalam melayani pelanggan, membangun hubungan kerja, serta meningkatkan profesionalisme di dunia ritel.

Sementara itu, pihak Nevy Salon menyoroti pentingnya pemberian motivasi dan penguatan mental bagi peserta didik Program Keahlian Kecantikan. Selain keterampilan teknis, siswa juga perlu dibekali rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan, serta keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja.

Berbagai masukan lain juga disampaikan oleh para mitra industri, mulai dari penguatan budaya kerja, peningkatan kompetensi digital, kreativitas dalam menghasilkan produk, hingga kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan tren dan teknologi yang terus berubah. Seluruh rekomendasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kurikulum dan proses pembelajaran di SMK Negeri 1 Salatiga.

Melalui kegiatan ini, SMK Negeri 1 Salatiga semakin memperkuat komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri. Dengan kolaborasi yang erat antara sekolah dan dunia kerja, diharapkan lulusan SMK Negeri 1 Salatiga mampu menjadi sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan siap berkontribusi di dunia usaha maupun dunia industri.