MANAJEMEN WAKTU

MANAJEMEN WAKTU

2025-03-03

MANAJEMEN WAKTU

Oleh Erlin Wahyu Wardani, S.Pd.

Dalam KBBI manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan. Manajemen waktu adalah menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan bekerja lebih cerdas. Menurut Leman, manajemen waktu adalah pengunaan dan pemanfaatan waktu sebaik mungkin dengan membuat rencana aktivitas yang tersusun. Menurut Forsyth, manajemen waktu adalah sebuah cara untuk membuat waktu terkendali sehingga dapat menciptakan efektivitas dan produktivitas.

Berdasarkan KBBI dan dua pendapat tersebut, saya berpendapat bahwa manejemen waktu adalah bagaimana kita mengatur dan memanfaatkan waktu berdasarkan rencana yang kita buat. Dengan kata lain, manajemen waktu secara sederhana adalah mengatur waktu.

Mengatur waktu sangatlah penting dalam lingkungan kerja karena pekerjaan memiliki deadline, durasi bekerja terbatas, dan jadwal kerja terbatas. Jika manajemen waktu bagus, pekerjaan dikerjakan secara maksimal dan tepat waktu.

BAGAIMANA MANAJEMEN WAKTU YANG SEIMBANG? APAKAH KITA SUDAH MENERAPKAN MANAJEMEN WAKTU SEIMBANG?

Mari kita cermati kalimat-kalimat berikut untuk dianalisis dan diterapkan.

Manajemen waktu seimbang adalah kemampuan mengatur waktu secara efektif untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi dan profesional. Manajemen waktu yang baik dapat membantu kita dalam meningkatkan produktivitas, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan.

Aturan 8+8+8 bisa diterapkan untuk membuat neraca hidup seimbang

Mari kita terapkan untuk membuktikannya.

Bagi waktu dalam sehari menjadi 8+8+8 dengan ketentuan

8 jam untuk kerja keras dan jujur

8 jam untuk tidur nyenyak

8 jam untuk (3 F, 3 H, dan 3S),


8 Jam untuk Kerja Keras dan Jujur

Setiap orang mempunyai waktu yang sama dalam satu hari, yaitu 24 jam, tidak ada yang kurang dan tidak ada yang lebih. Waktu yang ada digunakan untuk bermacam-macam kegiatan/variasi kegiatan. Akankah kita bosan dengan hal yang sama yang kita lakukan setiap hari? Tidak. Mengapa? Karena kita mempunyai target, kita punya niat, kita praktikkan, dan kita evaluasi. Contoh seorang ASN 5 hari kerja, setiap hari Senin-Jumat akan memulai aktivitas masing-masing dari rumah menuju tempat kerja. Saat ini, ASN Jawa Tengah diuntungkan dengan adanya aplikasi Sinaga, yaitu kita harus presensi 2x sehari, yaitu presensi pagi dan sore. Karena sudah terbiasa, hal tersebut akan mengalir dengan sendirinya. Tidak ada yang bosan dan sengaja melakukan presensi pagi di atas pukul 07.00 karena kalau tetap melakukan di atas pukul 07.00 di aplikasi tertulis T (Terlambat). Sebuah kalimat motivasi bisa sebagai bahan renungan: “Berangkat pagi itu mudah, konsisten yang sulit.”

Begitu juga kalau pulang, jadwal presensi pukul 15.30. Tidak ada yang sengaja presensi sebelum waktunya karena akan tertulis P (Pulang Awal). Hal tersebut sebagai salah satu cara membiasakan disiplin waktu. Setelah presensi, ASN akan bekerja pukul 07.00-15.30 (8 jam untuk bekerja di dalamnya ada istirahat).

Ada dua hari santai bagi ASN yang bekerja 5 hari kerja, yaitu Sabtu dan Ahad. Dua hari tersebut bisa dimanfaatkan secara bebas untuk mengatur waktu. Secara mental, libur dua hari dalam seminggu bisa meningkatkan sistem imunitas dengan meningkatkan hormon bahagia sehingga imunitas tubuh naik.


8 Jam untuk Tidur Nyenyak

Tidur nyenyak atau tidur yang berkualitas sangatlah penting untuk Kesehatan dan produktivitas secara keseluruhan. Jika kita mengalokasikan waktu tidur selama 8 jam secara konsisten, kita akan siap menghadapi hari berikutnya.

National Sleep Foundation merekomendasikan durasi tidur yang berbeda-beda untuk setiap kelompok usia.

Remaja dan dewasa

  1. Remaja (14-17 tahun) membutuhkan 8-10 jam tidur per hari
  2. Dewasa muda (18-25 tahun) membutuhkan 7-9 jam tidur per hari
  3. Dewasa (26-64 tahun) membutuhkan 7-9 jam tidur per hari
  4. Lansia (di atas 65 tahun) membutuhkan 7-8 jam tidur per hari


Berdasarkan acuan tersebut, ASN termasuk kelompok usia dewasa, membutuhkan 7-9 jam tidur per hari. Dengan demikian waktu 8 jam sangatlah cukup. Misalnya tidur pukul 19.30-03.30. Tidur yang cukup dan teratur dapat membantu kita menjalani hari dengan baik dan fit. Cara untuk mengukur kebutuhan tidur adalah dengan memperhatikan kapan tubuh bangun secara alami tanpa alarm dan memperhatikan apakah kita merasa lelah di siang hari.

8 Jam untuk (3 F, 3 H, dan 3S)

3 F adalah Family (keluarga), Friends (teman), Faith (Iman)

Di luar tugas pekerjaan, Kehidupan kita tidak akan lepas dengan keluarga, teman, dan iman. Sepulang bekerja, yang dituju adalah keluarga, begitu juga teman, setiap ada masalah atau kita sedang berbahagia tentunya perlu teman untuk mencurahkan isi hati, dan tidak kalah pentingnya iman/percaya akan apa yang kita yakini dan melakukan ibadah sesuai keyakinan masing-masing sehingga hati menjadi tenang.

3 H adalah health (Kesehatan), hygiene (kebersihan), dan hobby (hobi)

Kesehatan, kebersihan, dan hobi pun bisa dilakukan secara bersama. Kita melakukan hobi sambil menjaga kebersihan akan membuat hati kita senang sehingga tubuh kita sehat.

3 S adalah soul (jiwa), service (pelayanan), dan smile (senyuman)

3 S sangatlah berkaitan. Jiwa mencakup pikiran dan kepribadian merupakan prinsip yang menggerakkan individu akan mendukung kita dalam memberi pelayanan dengan baik. Senyuman tidak kalah penting dalam keberhasilan pelayanan. Senyum dapat menunjukkan keramahan, rasa hormat, dan kepedulian sosial.

Karakteristik Manajemen Waktu yang Sukses

Evaluasi


Rencana dan prioritas


Eliminasi pencurian waktu

Delegasi


Katakan tidak


Istirahat


Luangkan waktu untukmencatat waktu yang telah digunakan. Digunakan untuk apa, bermanfaat atau tidak, efektif atau tidak.


Luangkan waktu di pagi hari atau malam hariuntuk membuat rencana dengan memprioritaskan tugas berdasarkan tujuan yang akan dicapai.


Hapus gangguan yangmengganggu produktivitas keseharian saat bekerja. Jadwalkan beberapa waktu untuk membalas penggilan telepon, kecuali darurat.. Hindari menyelam ke dalam media sosial saat jam kerja.


Jika ada rekan kerja yang siap membantu pekerjaan kita, terima bantuan tersebut untuk menghemat waktu.


Belajarlah mengatakan tidak untuk menolak pekerjaan tambahan tidak sesuai dengan tujuan kita.

Berhentilah bekerja jika sudah merasa Lelah. Buat jadwal istirahat untuk menjernihkan pikiran, jangan sampai pekerjaan memakan waktu istirahat yang berharga.


Salatiga, 26 Februari 2025

Penulis

Erlin Wahyu Wardani, S.Pd.

Artikel Terbaru