Manfaatkan Minyak Jelantah, Siswa SMK Negeri 1 Salatiga Berkreasi Membuat Lilin Aromaterapi
Salatiga – Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Hal tersebut diwujudkan oleh SMK Negeri 1 Salatiga melalui kegiatan kokurikuler bertema “Sekolahku Tanggung Jawabku” dengan mengusung kegiatan pembuatan lilin aromaterapi (water candle) berbahan dasar minyak jelantah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026 ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII dari berbagai jurusan. Bertempat di area kelas masing-masing, kegiatan berlangsung dengan pendampingan wali kelas yang turut mengarahkan dan mendampingi siswa selama proses pelaksanaan.
Dalam kegiatan ini, siswa diajak memanfaatkan minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga untuk diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna. Melalui praktik langsung, siswa memperoleh pengalaman dalam mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta kemampuan mengolah bahan bekas menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Selain melatih keterampilan dan kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi salah satu contoh sederhana bahwa pengelolaan limbah dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan cara yang kreatif dan bertanggung jawab.
Pelaksanaan kegiatan kokurikuler ini sejalan dengan tema “Sekolahku Tanggung Jawabku”, yang mengajak seluruh warga sekolah untuk memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar secara langsung, tetapi juga belajar bekerja sama, berinovasi, dan menghasilkan karya.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, SMK Negeri 1 Salatiga terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan aplikatif. Diharapkan pengalaman tersebut dapat mendorong siswa untuk menjadi generasi yang kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sehari-hari.