Mematangkan Desain Ready to Wear Bernuansa Wastra Nusantara, Siswa SMKN 1 Salatiga Belajar Bersama Praktisi Fashion
Kamis, 17 September 2026, siswa kelas XI dan XII Konsentrasi Keahlian Desain Produksi Busana SMKN 1 Salatiga kembali mendapatkan pengalaman belajar langsung bersama praktisi industri melalui kegiatan Guru Tamu Profesional Mengajar.
Bertempat di Aula SMKN 1 Salatiga, kegiatan menghadirkan Ir. David Kurniawan, Owner D’Salma Butik sekaligus Fashion Designer IFC Chapter Semarang. Pada pertemuan kali ini, siswa berfokus pada pematangan desain koleksi ready to wear bernuansa Wastra Nusantara.
Tidak sekadar menghasilkan desain yang menarik, siswa diajak untuk mengembangkan setiap rancangan agar memiliki konsep dan karakter yang lebih kuat. Berbagai aspek turut menjadi bahan pembahasan, mulai dari pemilihan bahan dan warna, detail busana, hingga kesesuaian desain dengan karakter koleksi dan potensi daya jualnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mempresentasikan rancangan yang telah mereka kembangkan untuk mendapatkan masukan secara langsung dari praktisi. Proses konsultasi berlangsung secara interaktif, dengan siswa aktif menyampaikan gagasan serta menerima evaluasi dan saran untuk menyempurnakan karya mereka.
Penggunaan Wastra Nusantara sebagai inspirasi memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi kekayaan budaya Indonesia melalui perspektif fashion masa kini. Unsur wastra diolah ke dalam konsep ready to wear sehingga dapat menghasilkan rancangan yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pemakainya.
Bagi siswa, kesempatan belajar bersama praktisi menjadi pengalaman yang berharga untuk memahami bagaimana sebuah ide desain dikembangkan hingga menjadi koleksi yang lebih matang. Mereka juga dilatih untuk berpikir kritis terhadap karya sendiri, terbuka terhadap masukan, serta mampu mempertanggungjawabkan konsep yang telah dibuat.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran Desain Produksi Busana semakin dekat dengan praktik nyata di dunia industri. Kreativitas, budaya, dan wawasan industri berpadu menjadi bagian dari proses siswa dalam mengembangkan karya fashion yang berkarakter dan bernilai.