SMK Negeri 1 Salatiga Laksanakan School Tour ke Kudus untuk Penguatan Budaya Industri

SMK Negeri 1 Salatiga Laksanakan School Tour ke Kudus untuk Penguatan Budaya Industri

2026-02-05

SMK Negeri 1 Salatiga Laksanakan School Tour ke Kudus untuk Penguatan Budaya Industri


Dalam rangka peningkatan kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta penguatan implementasi budaya industri di lingkungan sekolah, SMK Negeri 1 Salatiga melaksanakan kegiatan school tour ke sejumlah SMK rujukan di Kabupaten Kudus pada Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan ini mengusung semangat kolaborasi dan pembelajaran antarsekolah sebagai bagian dari pengembangan manajemen dan mutu pendidikan vokasi.

Adapun sekolah tujuan dalam kegiatan school tour ini adalah SMK PGRI 2 Kudus, SMK NU Banat Kudus, dan SMK PGRI 1 Kudus. Ketiga sekolah tersebut dipilih karena dinilai memiliki praktik baik (best practice) dalam pengelolaan sekolah, penerapan budaya industri, serta sinergi yang kuat dengan dunia kerja dan dunia industri (DUDI).

Kegiatan ini diikuti oleh 25 guru SMK Negeri 1 Salatiga yang terdiri atas tim manajemen sekolah dan para ketua jurusan serta didampingi pula oleh bapak ibu dari dinas setempat. Melalui kunjungan ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung, mengamati implementasi pembelajaran berbasis industri, manajemen bengkel dan teaching factory, hingga penguatan karakter kerja industri yang diterapkan di masing-masing sekolah.

Selama kunjungan, peserta school tour aktif menggali informasi terkait strategi penguatan budaya industri, pengelolaan kurikulum, sistem kerja sama dengan industri, serta inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Diskusi dan sharing praktik baik berlangsung secara terbuka dan konstruktif, sehingga diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan program di SMK Negeri 1 Salatiga.

Melalui kegiatan school tour ini, SMK Negeri 1 Salatiga berharap dapat mengadopsi dan mengadaptasi berbagai praktik unggul dari sekolah tujuan guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan, profesionalisme GTK, serta kesiapan lulusan yang berkarakter industri. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring kemitraan antarsatuan pendidikan vokasi demi mewujudkan SMK yang berdaya saing dan relevan dengan kebutuhan industri.